Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

Birokrasi dan Politik di Indonesia

Gambar
Resume buku : Birokrasi dan Politik di Indonesia Penulis : Prof. Dr. Miftah Thoha, MPA Bab 1 Birokrasi Pemerintah             Bab ini diharapkan memberikan perspektif pemikiran awal yang nantinya bisa dipergunakan sebagai landasan dari uraian-uraian pada bab-bab selanjutnya. Uraian   yang diberikan dalam bab ini menjelaskan awal apa yang dimaksudkan dengan birokrasi pemerintah. Birokrasi pemerintah acapkali disebut sebagai kerajaan pejabat ( officialdom ) pada hakikatnya memamerkan kekuasaan yang disusun secara hierarki. Susunan hierarki kekuasaan seperti ini merupakan cirri khas dari perwujudan birokrasi Weberian.             Menurut Weber tipe ideal birokrasi yang rasional itu dilakukan dalam cara-cara sebagai berikut: 1) Individu pejabat secara personal bebas, akan tetapi dibatasi oleh jabatannya manakala ia menjalankan tugas-tugas atau kepentingan individual dalam jabatannya. Pejabat tidak bebas menggunakan jabatannya untuk keperluan dan kepentingan pribadinya term

Bantuan Langsung Tunai (BLT)

KETIDAK EFEKTIFAN DAN EFISIENSI BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang             Kemiskinan adalah problematika Bangsa Indonesia yang sudah menjadi agenda wajib setiap rezim yang berkuasa pada masa itu untuk segera mencari solusinya. Kemiskinan telah hadir dalam realitas kehidupan manusia dengan bentuk dan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kemiskinan telah menjadi sebuah persoalan yang tidak bisa disepelekan di kehidupan manusia. Bahkan tidak hanya sebatas itu, kemiskinan juga telah hadir dalam sejumlah kebijakan baik oleh elemen-elemen sosial masyarakat maupun pemerintah dalam menunjukkan kepedulian bersama untuk menangani persoalan kemiskinan ini.             Untuk menekan tingginya angka kemiskinan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, pada pemerintahan SBY mencanangkan suatu program yang disebut BLT ( Bantuan Langsung Tunai). Tujuan utama BLT adalah   untuk meringankan beban masyarakat miskin. Namun, pada praktiknya, penyal